6-mekanisme-pertahanan-diri-hewan-terhadap-paparan-sinar-ultraviolet

6 Mekanisme Pertahanan Diri Hewan Terhadap Paparan Sinar Ultraviolet

6 Mekanisme Pertahanan Diri Hewan Terhadap Paparan Sinar Ultraviolet – Sama seperti manusia, dampak negatif berasal dari paparan sinar UV atau ultraviolet mampu terjadi di dalam dunia hewan. Menurut laman NASA, sinar UV memiliki bermacam macam dampak yang akan merubah kehidupan organisme di Bumi. Namun, bersama sistem evolusi dan kerja alam, organisme biologis rupanya memiliki mekanisme perlindungan tertentu pada radiasi sinar UV tersebut.

6 Mekanisme Pertahanan Diri Hewan Terhadap Paparan Sinar Ultraviolet

6-mekanisme-pertahanan-diri-hewan-terhadap-paparan-sinar-ultraviolet

Inilah beberapa mekanisme pertahanan diri hewan pada paparan sinar UV. Disimak, ya!

1. Kulit tidak tipis yang mampu menangkal radiasi sinar UV

inredcoatragsattired – Meskipun sering berjemur di bawah paparan sinar Matahari, badak atau Rhinocerotidae mampu memelihara dirinya berasal dari radiasi sinar UV. Badak dan juga hewan-hewan berkulit tidak tipis lainnya rupanya sudah membentuk mekanisme perlindungan diri pada sinar Matahari akibat evolusi mereka.

Live Science di dalam lamannya menjelaskan bahwa bersama kulit tebalnya, badak dan gajah akan terlindungi berasal dari paparan berbahaya sinar UV. Jika itu masih dirasa belum cukup, umumnya badak dan gajah akan melumuri tubuh mereka bersama lumpur atau tanah basah.

Jadi, kamu gak akan lihat hewan-hewan berkulit tidak tipis selanjutnya kerepotan untuk mengatasi sengatan sinar Matahari. Mereka sudah membentuk sebuah adaptasi yang menghasilkan mekanisme alami dan kelanjutannya memelihara tubuh mereka di ganasnya alam liar.

2. Rambut dan bulu tidak tipis rupanya memiliki fungsi khusus

Kita memahami bahwa primata, keluarga kucing, serigala, beruang, dan lain sebagainya memiliki rambut lebat di kira-kira tubuhnya. Begitu juga burung yang memiliki bulu di sekujur tubuhnya. Ternyata, organ tubuh selanjutnya memiliki fungsi signifikan bagi keberlangsungan hidup mereka di alam liar.

Selain untuk mengatasi suhu dingin, keberadaan rambut dan bulu tidak tipis pada hewan mampu mengurangi risiko atau dampak negatif radiasi sinar UV, seperti ditulis di dalam Reconnect with Nature. Sejak zaman purba, beberapa organisme – terutama mamalia dan unggas – memiliki evolusi susunan kulit yang mampu menumbuhkan rambut dan bulu-bulu yang lebat.

3. Dengan sisiknya, beberapa spesies hewan juga mampu bertahan berasal dari ganasnya alam

Ikan dan reptil merupakan golongan fauna yang memiliki sisik di sekujur tubuhnya. Berbeda bersama mamalia dan burung, hewan-hewan seperti kadal, ular, komodo, dan ikan tidak mampu menumbuhkan rambut dan bulu. Mereka juga tidak memiliki kulit tidak tipis seperti badak atau gajah.

Sebagai gantinya, mereka memiliki sisik yang berguna untuk mendukung pergerakan, memelihara tubuh, dan menyesuaikan kelembapan. Bahkan, di dalam beberapa masalah di alam, tersedia beberapa tipe hewan yang mengfungsikan sisiknya untuk berkamuflase.

Pada keluarga reptil, terutama ular, sisik dibagi menjadi dua anggota besar, yaitu sisik besar dan sisik halus. Sisik besar merupakan pelindung tubuh ular secara keseluruhan. Sedangkan, sisik halus atau sisik bening merupakan sisik yang berguna untuk memelihara mata ular.

Bagi anda yang suka bermain game online silahkan kunjungi link berikut : Bandar Judi Bola

4. Mekanisme perlindungan kulit pada mamalia laut

Khusus mamalia laut seperti lumba-lumba dan paus, perlindungan kulit pada sinar UV dijalankan bersama mekanisme khusus. Mereka memahami tidak memiliki sisik, rambut, bahkan bulu. Namun, rupanya evolusi yang terjadi selama jutaan tahun membentuk mereka sebagai mamalia air yang tangguh.

Laman sains Laboratories de Biarritz menjelaskan bahwa lumba-lumba dan paus menghasilkan melanin dan antioksidan lebih banyak di dalam tubuh mereka dibandingkan bersama mamalia lainnya. Secara tidak langsung, mereka mampu diakui minim risiko atau bahkan kebal pada radiasi sinar UV.

Semakin terik sinar Matahari, maka semakin banyak pula melanin dan antioksidan yang diproduksi oleh lumba-lumba dan paus. Namun sayangnya, bersama rusaknya susunan ozon Bumi, tersedia banyak laporan tentang perihal kanker kulit pada paus sperma di beberapa wilayah.

5. Senyawa gadusol yang terbukti ampuh melawan sinar UV

Beberapa tipe ikan mampu memproses senyawa gadusol di dalam tubuh mereka secara intens untuk melawan dampak negatif berasal dari paparan sinar ultraviolet, keliru satunya adalah spesies ikan zebra. Science Daily di dalam lamannya menunjukkan bahwa ikan zebra mampu menghasilkan zat atau senyawa tertentu yang dijadikan tabir surya alami.

Zat yang dinamakan gadusol selanjutnya sebenarnya amat efektif di dalam memelihara tubuh pada paparan radiasi sinar UV. Beberapa spesies lain sebenarnya juga memiliki senyawa ini di dalam tubuhnya. Namun, sejauh ini, cuma ikan zebra yang amat murni mengfungsikan gadusol sebagai perlindungan utamanya.

6. Tempurung adalah rumah yang nyaman bagi kura-kura

Tempurung atau cangkang pada kura-kura dan penyu mampu mereka jadikan rumah yang nyaman. Tentu saja tempurung juga mampu memelihara mereka berasal dari cuaca yang mematikan di alam liar. Pada awalannya tempurung sebenarnya tidak berguna sebagai perlindungan tubuh, dilansir di dalam The Atlantic.

Evolusi membentuk tempurung atau karapas akibat nenek moyang mereka wajib beradaptasi ketat bersama langkah menggali tanah. Proses ini terjadi jutaan tahun hingga tulang kura-kura mampu membentuk sebuah cangkang keras yang pada kelanjutannya sekaligus mampu memelihara tubuh mereka.

Ilmuwan sangat percaya bahwa di zaman purba, leluhur kura-kura bukanlah reptil bertempurung seperti kura-kura atau penyu modern. Perubahan iklim secara drastis di dalam kurun waktu jutaan tahun, mengharuskan mereka beradaptasi secara ketat bersama menggali tanah. Nah, tempurung terbentuk selama jutaan tahun akibat evolusi pada tulang kura-kura purba yang mampu memelihara tubuh mereka pada waktu mereka tertimbun oleh tanah.

Selain keenam langkah atau mekanisme di atas, masih tersedia mekanisme lain yang berkenaan bersama naluri dan kecerdasan hewan. Hewan-hewan yang tidak memiliki perlindungan tertentu di kulitnya, umumnya mereka akan mengfungsikan naluri dan kecerdasannya untuk membangun sarang yang bebas berasal dari sinar Matahari.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *