11 orangutan korban penyelundupan satwa liar di Thailand dan Malaysia dipulangkan ke Indonesia

11 orangutan korban penyelundupan satwa liar di Thailand dan Malaysia dipulangkan ke Indonesia – Pemulangan 11 ekor orangutan selanjutnya dijalankan lewat koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta Kementerian Luar Negeri, yakni Kedutaan Besar RI Kuala lumpur dan Kedutaan Besar RI Bangkok.

11 orangutan korban penyelundupan satwa liar di Thailand dan Malaysia dipulangkan ke Indonesia

11-orangutan-korban-penyelundupan-satwa-liar-di-thailand-dan-malaysia-dipulangkan-ke-indonesia

Dari 11 ekor orangutan tersebut, sembilan diambil alih di Malaysia. Mereka terdiri dari empat orangutan jantan dan lima orangutan betina dengan berat rata-rata 15-20 kg, berusia lebih kurang enam sampai tujuh tahun.

Selain sembilan ekor dari Malaysia, dua lainnya dipulangkan dari Thailand dengan tipe kelamin jantan dan betina. Mereka saat ini berusia enam tahun dengan berat rata-rata 25 kilogram (kg). Yang jantan bernama Ung Aing, tetapi yang betina bernama Natalee.

Keduanya, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, berusaha diselundupkan dengan satwa-satwa lainnya lewat Malaysia terhadap Juni 2017, tetapi digagalkan aparat setempat.

Proses hukum

Selama berada di Malaysia, sembilan orangutan dirawat di National Wildlife Rescue Centre (NWRC), Perak, di bawah pengawasan Department of Wildlife plus National Parks (PERHILITAN) Peninsular Malaysia.

Malaysia secara resmi menyerahkan kesembilan orangutan kepada Pemerintah Republik Indonesia lewat Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur terhadap 17 Desember 2020.

Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono mengantarkan orangutan selanjutnya ke Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk diterbangkan ke Indonesia manfaatkan penerbangan Garuda Indonesia GA-821 pukul 12.50 saat setempat.

Adapun ke-2 orangutan yang diambil alih di Thailand dirawat di Khao Prathap Chang Wildlife Breeding Centre, Provinsi Ratchaburi, di bawah pengawasan Department of National Parks, Wildlife plus Plant Conservation (DNP), sepanjang sistem hukum berlangsung.

Setelah merampungkan sistem hukum yang memakan saat lebih kurang empat tahun, Duta Besar RI untuk Thailand Rachmat Budiman mengantarkan dua orangutan ke Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok dan diterbangkan terhadap 17 Desember manfaatkan Garuda Indonesia GA-867 pukul 14.10 saat setempat.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, ke-11 orangutan selanjutnya udah menjalani serangkaian pengecekan kesegaran oleh otoritas kesegaran terhadap tiap-tiap negara baik secara fisik maupun uji laboratorium, termasuk Covid-19.

Deputi Direktur Jenderal Departemen Taman Nasional dan Alam Liar, Prakit Vongsrivattanakul, menjelaskan sebanyak 69 ekor orang utan sitaan udah dikembalikan ke Indonesia sejak 2006.

Kedatangan 11 orangutan disambut

Kedatangan 11 ekor orangutan di Bandara Soekarno-Hatta langsung disambut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang diwakili oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno, perwakilan Kedutaan Besar Thailand, perwakilan Kedutaan Besar Malaysia, perwakilan Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian/Lembaga lainnya, sebagaimana dilaporkan kantor berita Antara.

Para orangutan kemudian di cek oleh tim dokter hewan dan petugas karantina yang jalankan pengecekan kesegaran tiap tiap orangutan serta memberi tambahan asupan makanan dan minuman setelah perjalanan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani secara daring di Jakarta, Kamis (17/12) meminta ke depan kerja sama penanganan kejahatan transnasional mampu terus ditingkatkan baik di tingkat bilateral maupun multilateral.

Pada 2018, sebuah penelitian mengutarakan bahwa lebih dari 100.000 orangutan terbunuh di pulau Kalimantan sejak 1999.

Penelitian itu termasuk mengutarakan bahwa sumber energi alam di Kalimantan terus dieksploitasi “di tingkat yang tidak tertanggungkan”.

Aktivitas penebangan hutan saja, para ilmuwan memprediksi, mampu membawa dampak lebih dari 45.000 orangutan lainnya lenyap di dalam 35 tahun ke depan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *