tanda-ikan-di-aquarium-juga-bisa-keracunan

Tanda Ikan di Aquarium Juga Bisa Keracunan

Tanda Ikan di Aquarium Juga Bisa Keracunan – Air akuarium yang tidak ditangani didalam sementara lama dan kualitas air yang buruk dapat menyebabkan ikan keracunan dan membuatnya sakit sampai mati. Ada beberapa sinyal dan penyebab yang dapat menyebabkan ikan di aquarium keracunan. Mulai berasal dari kualitas air, keracunan amonia, keracunan nitrit, sampai keracunan karbondioksida. Begini penjelasannya seperti dikutip berasal dari Algone.

Tanda Ikan di Aquarium Juga Bisa Keracunan

tanda-ikan-di-aquarium-juga-bisa-keracunan

Tanda ikan keracunan Zat beracun akan bersentuhan dengan insang, bukan kulit ikan. Hal ini yang sangat mungkin racun bekerja benar-benar cepat dikarenakan dapat masuk ke tubuh lewat aliran darah ikan. Keracunan apa pun akan menyebabkan ikan menjadi lemah dan rentan terkena penyakit. Tingkat toksisitas bergantung terhadap spesies, ukuran, dan laju metebolisme ikan. Metabolisme ikan lebih aktif di suhu yang lebih tinggi daripada di lingkungan yang lebih dingin, yang sangat mungkin racun melakukan tindakan lebih cepat.

Jenis keracunan ikan Keracunan amonia Amonia benar-benar beracun bagi ikan apa pun, keracunan amonia terhitung pengaturan baru (siklus nitrogen), gangguan bakteri dikarenakan pemadaman listrik, pengobatan, dan pertukaran filter. Perubahan didalam bio-load, yaitu benar-benar banyak ikan baru sudah ditambahkan ke akuarium benar-benar cepat terhitung dapat menyebabkan amonia. Tanda ikan keracunan amonia adalah tidak bergerak, lesu, melayang-layang di dasar tangki, insang merah, dan nafsu makan kurang.

Dalam masalah tertentu, insang ikan dapat mengalami pendarahan baik internal maupun eksternal sampai kematian. Pertolongan pertama dapat diberikan dengan menurunkan pH air menjadi 7.0 atau tidak cukup berasal dari itu.

Keracunan Nitrit Nitrit tidak cukup beracun dibandingkan amonia, namun tetap menyebabkan risiko kesehatan yang signifikan bagi ikan, dan dapat mematikan didalam dosis tinggi atau didalam jangka sementara yang lama. Ikan yang terengah-engah di permukaan air dapat menjadi sinyal keracunan nitrit. Nitrit memasuki aliran darah ikan dan mengikat sel hemoglobin, pembuluh pembawa oksigen di tubuh ikan. Dengan kata lain, persentase nitrit yang tinggi akan menyebabkan ikan mati lemas.

Penyebab keracunan nitrit sama seperti yang dijelaskan dengan keracunan amonia. Satu sendok teh garam per 300 galon air dapat menopang ikan mengatasi racun nitrit. Keracunan Karbondioksida Tingkat karbondioksida (CO2) yang melebihi 25-30 ppm berbahaya bagi ikan. Tanda-tanda umum keracunan CO2 adalah pernapasan yang meningkat dan lebih cepat, terengah-engah, dan tingkah laku berenang yang mengejutkan sampai seluruhnya menyebabkan ikan mati lemas.

Keracunan CO2 dapat disebabkan oleh kerusakan reaktor CO2, atau ketidakmampuan tanaman untuk menyerap CO2 kecuali penerangan tidak cukup. Solusi cepat dan tahan lama adalah dengan menganginkan tangki lewat agitasi permukaan dan air-stone. Ini akan menyebabkan CO2 menghilang berasal dari air.

Hidrogen Sulfit Dalam masalah yang jarang terjadi, seperti kurangnya perawatan atau pemadaman listrik yang berkepanjangan, hidrogen sulfit dapat terbentuk di kerikil atau di didalam filter. Hidrogen sulfit dapat dideteksi berasal dari baunya yang seperti telur busuk. Hidrogen sulfit mengubah zat besi di didalam sel darah menjadi sulfida yang akan menyebabkan ikan mati lemas. Tanda peringatan hidrogen sulfit sama dengan keracunan nitrit tak sekedar bau telur busuk air.

Pencegahan benar-benar penting, kerikil kudu dibersihkan secara teratur. Jika terjadi pemadaman listrik, filter kudu dibilas dengan baik, sebelum akan menyalakannya kembali. Ini akan menopang menghilangkan racun yang tersedia di filter, alih-alih mencucinya ke didalam tangki. Klorin, Kloramin, Logam Berat Ketiganya secara umum tidak menjadi perhatian dikarenakan air umumnya diolah dengan kondisioner sebelum akan digunakan, agar menghilangkan masalah ini sejak awal. Sebagian besar air ledeng diolah dengan klorin, kloramin agar safe dikonsumsi manusia. Sayangnya, hewan peliharaan dapat keracunan klorin atau kloramin dengan gejala yang sama seperti yang berkenaan dengan keracunan nitrit.

Klorin atau kloramin mengiritasi insang dan menghambat sel pembawa oksigen, sekali ulang menyebabkan mati lemas. Selain ikan yang terengah-engah, bau klorin dapat dideteksi. Jika demikian, mengimbuhkan pengondisi air sudah dekat, dikarenakan klorin dapat membunuh seluruh ikan didalam sementara 24 jam. Konsentrasi logam berat yang tinggi dapat menyebabkan ikan mati mendadak tanpa ada sinyal peringatan. Kondisioner air yang baik terhitung akan menghilangkan logam berat di samping klorin. Beberapa obat dan aditif akuarium mengandung tembaga, maka kudu digunakan dengan hati-hati dan tidak boleh digunakan didalam jangka sementara lama.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *