bukan-hanya-angkut-barang-saja-keledai-ini-dipakai-bangsawan-china-untuk-main-polo

Bukan Hanya Angkut Barang Saja Keledai Ini Dipakai Bangsawan China untuk Main Polo

Bukan Hanya Angkut Barang Saja Keledai Ini Dipakai Bangsawan China untuk Main Polo – Para peneliti sudah menemukan sisa-sisa kerangka keledai di makam kuno punya seorang wanita bangsawan China yang meninggal di Xi’an terhadap tahun 878 M. Berdasarkan penelitian, wanita bangsawan yang dikenal sebagai Cui Shi ini sengaja mempunyai keledai didalam kuburnya supaya mampu bermain polo di “kehidupan selanjutnya”. Temuan ini pun tunjukkan terkecuali keledai tak sebatas digunakan sebagai hewan pengangkut saja.

Bukan Hanya Angkut Barang Saja Keledai Ini Dipakai Bangsawan China untuk Main Polo

bukan-hanya-angkut-barang-saja-keledai-ini-dipakai-bangsawan-china-untuk-main-polo

Penelitian yang diterbitkan didalam jurnal Antiquity berikut juga mengungkapkan terkecuali temuan itu merupakan bukti arkelogis pertama berasal dari praktek penguburan yang tunjukkan betapa pentingnya keledai bagi elit kekaisaran China. Untuk belajar ini, peneliti jalankan penanggalan radiokarbon dan menganalisis tulang keledai berasal dari makam Cui Shi, yang pertama kali digali terhadap tahun 2012. Berdasarkan analisis, keledai yang terkubur di makam digunakan untuk tugas-tugas tak hanya mempunyai beban. Apalagi peneliti menemukan pijakan kaki, supaya amat mungkin hewan digunakan untuk bermain polo.

Permainan polo yang berasal berasal dari Iran kuno, terhadap abad ke-7, judi bola kerap dimainkan di Dataran tinggi Tibet dan China tengah. Saat itu, polo dianggap sebagai olahraga bergengsi yang dimainkan oleh militer dan bangsawan Dinasti Tang, berpusat di sekitar Xi’an. Namun permainan polo yang umumnya gunakan kuda-kuda besar itu cukup beresiko dan kadang membawa dampak kematian.

Sementara itu terkandung pula olah raga sama yang disebut dengan Lvju. Olah raga ini gunakan keledai dan jadi terkenal di antara elit wanita dan orang-orang tua. Tetapi bukti keberadaan Lvju cuma terdokumentasikan terhadap karya seni dan artefak. Teks-teks China kuno berasal dari Dinasti Tang (618-907 M) juga tunjukkan bahwa wanita bangsawan memainkan polo dengan keledai. Sehingga temuan kerangka keledai di makam ini pun jadi memberi tambahan bukti kuat dan juga memperluas pemahaman tentang peran keledai didalam sejarah.

Mayoritas di semua dunia, keledai digunakan sebagai penarik beban, memfasilitasi perdagangan, dan transportasi. Berbeda dengan kuda yang kerap dipakai didalam perang, hiburan elit, dan aktivitas rekreasi dan transportasi. ” Keledai sudah lama digunakan di Afrika dan Eurasia barat untuk menunjang manusia, namun kami hampir tak tahu apa-apa tentang penggunaanya di Asia Timur,” papar Fiona Marshall, peneliti berasal dari Washington University di St. Louis. Lebih lanjut ia mengungkapkan, sepanjang ini belum pernah menemukan kerangka keledai. Ini mungkin karena keledai-keledai ini mati di sepanjang rute perdagangan dan tidak terawetkan. “Keledai yang dimakamkan di makam bangsawan Dinasti Tang di Xi’an ini memberi tambahan peluang pertama yang terlampau langka untuk tahu peran keledai didalam masyarakat Asia Timur,” tambahnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *