5 Fakta Hiu Banteng, Lebih Berbahaya dari Hiu Putih Besar

5 Fakta Hiu Banteng, Lebih Berbahaya dari Hiu Putih Besar – Hiu tenar sebagai salah satu model ikan yang paling banyak ditakuti. Kasus gigitan hiu terhadap manusia senantiasa berjalan di semua dunia. Meskipun hiu menyerang manusia bukan untuk memangsa, tapi gak mampu dipungkiri bahwa mereka sesungguhnya hewan yang berbahaya dan sebaiknya dihindari.

5 Fakta Hiu Banteng, Lebih Berbahaya dari Hiu Putih Besar

5-fakta-hiu-banteng-lebih-berbahaya-dari-hiu-putih-besar

Spesies hiu yang paling banyak ditakuti adalah hiu putih besar (Carcharodon carcharias). Hal itu wajar karena mereka merupakan hiu predator terbesar dan sesungguhnya kerap menggigit manusia. Tapi ada spesies hiu lain yang kerap disebut-sebut lebih berbahaya berasal dari mereka, yakni hiu banteng. Kenapa begitu? Yuk, cari mengetahui lebih jauh melalui lima fakta berikut ini.

1. Berukuran besar dan memiliki moncong pendek
Hiu banteng (Carcharhinus leucas) memperoleh namanya berasal dari karakteristik moncongnya yang pendek dan tumpul. Selain itu, mereka termasuk memiliki tradisi menyeruduk mangsanya layaknya banteng sebelum saat memangsanya. Hiu banteng termasuk famili Carcharhinide yang termasuk mencakup hiu yang tak kalah ganas lainnya yakni hiu macan.

Soal ukuran, hiu banteng sesungguhnya kalah besar dibanding hiu macan yang mampu raih panjang 5 meter. Tapi ukuran mereka senantiasa memadai besar, yakni maksimal 3,5 mtr. dan berat 315 kg, layaknya dilansir laman Oceana. Namun kebanyakan panjang mereka hanya raih 2,5 sampai 2,7 meter.

2. Bisa hidup di air payau dan air tawar
Hiu banteng memiliki persebaran yang memadai luas. Mereka mampu ditemukan di Amerika Utara sampai Selatan. Mereka termasuk ada di perairan Afrika, India, sampai ke Indonesia dan Australia. Habitat utama mereka adalah lautan tropis dan subtropis bersama kebanyakan kedalaman 30 meter. Namun, mereka termasuk mampu hidup di air payau dan air tawar.

Itulah yang menyebabkan hiu banteng amat berbahaya bagi manusia, karena mereka mampu berenang sampai ke dekat pantai dan juga sungai, daerah di mana manusia kerap berenang. Di sebagian sungai, mereka bahkan kerap berkelana sampai jauh berasal dari muara, jikalau di Sungai Nikaragua, Sungai Zambezi, dan juga Sungai Mississippi.

Hiu banteng terutama dapat memasuki perairan payau dan air tawar waktu dapat melahirkan. Animal Diversity menyebut bahwa seteleh lahir, anak hiu banteng termasuk dapat berdiam di kawasan berikut sampai temperaturnya mendingin. Baru setelah itu mereka dapat pergi ke laut.

3. Memiliki cii-ciri yang agresif
Selain karena mampu memasuki lautan dangkal dan sungai, hiu banteng termasuk amat berbahaya karena memiliki cii-ciri yang agresif. Banyak akuarium di daerah hiburan memilih untuk tidak menampilkan hiu ini karena mereka dapat menghabiskan ikan-ikan lain di akuarium tersebut.

Karena habitat yang fleksibel dan juga cii-ciri agresifnya, National Geographic menyebut bahwa hiu banteng kerap dianggap sebagai hiu paling berbahaya di dunia. International Shark Attack File mencatat bahwa serangan hiu banteng berada di alur ketiga terbanyak di dunia, di bawah hiu putih besar dan hiu macan.

Laman Oceana menyebut bahwa sebagian besar serangan hiu banteng justru berjalan di sungai, bukan di laut. Sebenarnya, manusia bukanlah mangsa hiu banteng. Ketika menggigit, mereka sesungguhnya hanya salah mengira manusia sebagai mangsanya. Namun meski tidak sengaja, senantiasa saja gigitan mereka mampu berakibat fatal bagi korbannya.

4. Memakan segala model hewan
Dengan perangainya yang agresif, tak heran kalau hiu banteng puas memangsa beragam model hewan. Mangsa mereka mencakup beragam model ikan, krustasea, moluska, burung laut, penyu, mamalia laut maupun darat, dan juga spesies hiu lain. Bahkan, mereka termasuk puas melaksanakan kanibalisme terhadap spesiesnya sendiri!

5. Terancam oleh manusia
Meski hiu banteng amat berbahaya bagi manusia, sesungguhnya manusialah yang lebih berbahaya bagi hiu banteng. Status mereka waktu ini hampir terancam, dan populasinya tetap mengalami penurunan. Sebabnya adalah hiu ini kerap diburu untuk diambil alih sirip dan minyaknya.

Selain itu, hiu banteng termasuk kadang mati karena terjebak jaring nelayan tanpa sengaja. Mereka termasuk kerap diburu dan dibunuh untuk meningkatkan keamanan pantai atau perairan lainnya. Jika hal-hal itu tetap terjadi, maka populasi hiu banteng dapat tetap berkurang dan terancam punah.

Itulah lima fakta perihal hiu banteng, hiu agresif yang kerap dianggap lebih berbahaya daripada hiu putih besar. Meski mereka mengerikan, tapi mereka senantiasa makhluk yang luar biasa. Maka semoga manusia mampu melaksanakan upaya untuk menjaga mereka berasal dari kepunahan.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *